PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK

PERCOBAAN XlI

“PEMBUATAN ASAM BORAKS”



Nama              : Ermawati

Nim                 : A1C118002

Kelas               : R-003 /Reguler B 2018

Dosen pengampu :

Drs. Abu Bakar M,Pd

 


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERVITAS JAMBI

2021



Landasan Teori

Boraks adalah senyawa dengan nama kimia natrium tetraborat (NaB4O7). berbentuk padat, jika terlarut dalam air akan menjadi natrium hidroksida dan asam borat (H3BO3). Dengan demikian bahaya boraks identik dengan bahaya asam borat. Senyawa-senyawa asam borat ini mempunyai sifat-sifat kimia sebagai berikut : jarak lebur sekitar 171oC. Larut dalam 18 bagian air dingin, 4 bagian air mendidih, 5 bagian gliserol 85%, dan tidak larut dalam eter. Kelarutan dalam air bertambah dengan penambahan asam klorida, asam sitrat atau asam tartrat. Mudah menguap dengan pemanasan dan kehilangan satu molekul airnya pada suhu 1000 C yang secara perlahan berubah menjad asam metaborat (HBO2). Asam borat merupakan asam lemah dengan garam alkalinya bersifat basa, mempunyai bobot molekul 61,83 berbentuk serbuk halus kristal transparan atau granul putih tak berwarna dan tak berbau serta agak manis 

Boraks atau Natrium tetraborat memiliki berat molekul 381,37. Rumus molekul Na2B4O7.10H2O. Pemeriannya berupa hablur transparan tidak berwarna atau serbuk hablur putih; tidak berbau. Larutan bersifat basa terhadap fenolftalein. Pada waktu mekar di udara kering dan hangat, hablur sering dilapisi serbuk warna putih. Kelarutan boraks yaitu larut dalam air; mudah larut dalam air mendidih dan dalam gliserin; tidak larut dalam etanol. Natrium tetraborat mengandung sejumlah Na2B4O7 yang setara dengan tidak kurang dari 99,0 % dan tidak lebih dari 105,0 % Na2B4O7.10H2O. Larutan boraks bersifat basa terhadap fenolftalein, mudah larut dalan air mendidih dan dalam gliserin; tidak larut dalam etanol

    Boraks merupakan garam natrium yang banyak digunakan di berbagai industri nonpangan, khususnya industri kertas, gelas, pengawet kayu, dan keramik. Ia tidak berwarna dan gampang larut dalam air. Asal tahu saja, gelas pyrex yang terkenal kuat bisa memiliki performa seperti itu karena dibuat dengan campuran boraks. Kemungkinan besar daya pengawet boraks disebabkan oleh senyawa aktif asam borat. Penggunaan pengawet yang diizinkan dan takaran yang benar, diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap konsumen dan kemungkinan penggunaan zat yang mengandung bahaya. Hak konsumen atas keamanan dan keselamatan terhadap barang yang dikonsumsi harus  dihormati oleh produsen. Kembali ke alam atau makanan yang alami bisa menjadi pilihan yang lebih baik. Bahaya pengawet terhadap tubuh dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pengawet yang digunakan, dalam hal ini jenis dan takaran serta pola konsumsi. Lama dan seringnya mengonsumsi makanan dengan pengawet kemungkinan menimbulkan terjadinya akumulasi zat-zat tertentu yang bisa memicu reaksi yang menyebabkan sakit. Tanggung jawab konsumen terhadap kesehatan, salah satunya adalah dengan lebih selektif memilih pola konsumsi.Baik boraks ataupun asam borat memiliki khasiat antiseptika (zat yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme). Pemakaiannya dalam obat biasanya dalam salep, bedak, larutan kompres, obat oles mulut, bahkan juga untuk pencuci mata. Boraks juga digunakan sebagai bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu dan antiseptik kayu.

  Asam borat dapat dibuat dengan menambahkan asam sulfat atau klorida pada boraks. Larutannya dalam air (3%) digunakan sebagai obat cuci mata yang dikenal sebagai boorwater. Asam borat juga digunakan sebagai obat kumur, semprot hidung dan salep luka kecil. Tetapi bahan ini tidak boleh diminum atau digunakan pada bekas luka luas, karena beracun bila terserap oleh tubuh. Meskipun bukan pengawet makanan, boraks sering pula digunakan sebagai pengawet makanan. Boraks sering disalahgunakan untuk mengawetkan berbagai makanan seperti bakso, mie basah, pisang molen, siomay, lontong, ketupat dan pangsit. Selain bertujuan untuk mengawetkan, boraks juga dapat membuat tekstur makanan menjadi lebih kenyal dan memperbaiki penampilan makanan.

Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah :

Alat

1. Gelas Kimia

2. Tabung reaksi

3. Gelas ukur

4. Batang pengaduk

5. Corong biasa

6. Cawan penguap

7. Kaca Arloji

Bahan

1. Boraks

2. Asam sulfat 4 N

3. NaOH 2 N

4. Kertas lakmus


Hasil dan Pembahasan

Boraks atau Natrium tetraborat memiliki berat molekul 381,37. Rumus molekul Na2B4O7.10H2O. Pemeriannya berupa hablur transparan tidak berwarna atau serbuk hablur putih; tidak berbau. Larutan bersifat basa terhadap fenolftalein. Pada waktu mekar di udara kering dan hangat, hablur sering dilapisi serbuk warna putih. Kelarutan boraks yaitu larut dalam air; mudah larut dalam air mendidih dan dalam gliserin; tidak larut dalam etanol. Natrium tetraborat mengandung sejumlah Na2B4O7 yang setara dengan tidak kurang dari 99,0 % dan tidak lebih dari 105,0 % Na2B4O7.10H2O. Larutan boraks bersifat basa terhadap fenolftalein, mudah larut dalan air mendidih dan dalam gliserin; tidak larut dalam etanol

Pada percobaan ini mengenai pembuatan asam boraks dimana pada percobaan ini memiliki tujuan yaitu membuat asam boraks dan mempelajari sifat-sifat asam boraks. Percobaan pertama yaitu

a. Pembuatan Asam Boraks

asam boraks dapat dibuat dengan mereaksikan boraks sodium tetraborat dekahidrat dengan asam mineral seperti asam klorida.

Na2B4O7 + 10H2O + 2HCl -----> 4 B (OH)3[H3BO5] + 2HClCl + 5 H2O.

 Pada percobaan ini 5 gram boraks serbuk ditambahkan air 15 ml dan dipanaskan maka serbuk boraks larut dalam air kemudian ditambahkan asam sulfat sebanyak 5 ml, larutan terdapat sedikit endapan kemudian disaring dan didapat endapan lalu dicuci dengan air dingin sehingga didapat endapan bersih lalu endapan tersebut dipanaskan lagi guna untuk melarutkan kembali endapan dan dibentangkan di atas kaca arloji dan dibiarkan kering dan diuapkan di udara dapat menjadi kering dan menguap serta tidak didapatkan kristal boraks saat penimbangan pada percobaan ini, sehingga dapat dikatakan atau disimpulkan percobaan ini gagal karena tidak terdapat kristal. Kristalnya hilang ketika dikeringkan. namun berdasarkan literatur pada percobaan ini. perlakuan pada percobaan ini yaitu 15 gram serbuk boraks ditambahkan dengan air sebanyak 15 ml larutan dipanaskan sehingga larut kemudian ditambahkan H2SO4 setelah itu didiamkan selama 1 jam hasil yang didapat yaitu endapan putih seperti agar-agar kemudian ditambahkan H2SO4 lalu diamkan lagi selama 1 jam. hal ini sesuai dengan teori bahwa yang mempengaruhi pengendapan salah satunya yaitu temperatur atau suhu tinggi kelarutan semakin meningkat dengan naiknya suhu jadi dengan naiknya suhu maka pembentukan endapan akan berkurang disebabkan banyak endapan yang berada pada larutan nya dan sebaliknya artinya pada penurunan suhu karena perlakuan didiamkan pada pembentukan endapan akan meningkat dan suhu menurun juga kelarutan yang menurun itulah yang memungkinkan menyebabkan terbentuknya endapan putih seperti agar-agar kemudian pada perlakuan ini kristal yang didapat dicuci dengan air  sebanyak 2 kali kemudian ditambahkan air 10 mili lalu dipanaskan hingga larut dan juga dikeringkan.

b. Sifat Asam Boraks

asam boraks larut dalam air mendidih ketika dipanaskan di atas suhu 170oC asam borat akan terdehidrasi membentuk asam metaborat (HBO2). Adapun reaksi yang terjadi yaitu :

H3BO3 -----> HBO2 + H2O

Percobaan ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat asam urat perlakuan pertama pada percobaan ini yaitu dipanaskan 0,1 gram asam boraks yang menggunakan tabung reaksi sehingga borak tersebut meleleh dan terdapat uap air pada tabung nya kemudian dimasukkan 0,5 gram boraks yang ditambahkan air 5 mili kemudian diuji dengan kertas lakmu biru maka warnanya berubah menjadi merah dan uji dengan kertas lakmus merah warnanya tetap merah hal ini menunjukkan bahwa boraks di sini bersifat asam karena warna kertas lakmus biru berubah menjadi merah.


Komentar